{"id":971,"date":"2026-06-30T00:27:13","date_gmt":"2026-06-30T00:27:13","guid":{"rendered":"https:\/\/simetricoffeeroasters.id\/journals\/?p=971"},"modified":"2026-06-30T00:27:13","modified_gmt":"2026-06-30T00:27:13","slug":"resep-daging-krengsengan-lezat-hidangan-daging-sapi-indonesia-yang-beraroma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simetricoffeeroasters.id\/journals\/resep-daging-krengsengan-lezat-hidangan-daging-sapi-indonesia-yang-beraroma\/","title":{"rendered":"Resep Daging Krengsengan Lezat: Hidangan Daging Sapi Indonesia yang Beraroma"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Daging Krengsengan Lezat: Hidangan Daging Sapi Indonesia yang Beraroma<\/h1>\n<h2>Perkenalan<\/h2>\n<p>Mendambakan hidangan eksotis namun homey yang menggugah selera dengan perpaduan kaya rempah? Tidak terlihat lagi <em>Krengsengan Daging<\/em>sajian daging sapi tradisional Indonesia yang menjanjikan pengalaman kuliner yang menggugah selera. Rebusan beraroma ini memadukan daging sapi empuk dengan rangkaian rempah-rempah aromatik, menciptakan simfoni rasa yang menenangkan sekaligus menggairahkan. Pada artikel ini, kita akan menjelajahi asal-usul, bahan-bahan, dan petunjuk langkah demi langkah untuk menyiapkan hidangan lezat ini.<\/p>\n<h2>The Origins of Krengsengan Daging<\/h2>\n<p>Berakar dari tradisi kuliner Jawa Timur, Krengsengan Daging sering kali hadir di rumah tangga Indonesia saat acara-acara perayaan atau kumpul keluarga. Hidangan ini menampilkan beragam bumbu dan rempah yang menjadi ciri khas masakan Indonesia, mulai dari rasa jahe yang hangat hingga rasa asam yang gurih. Nama &#8220;Krengsengan&#8221; sendiri mengacu pada gaya memasak yang melibatkan perebusan daging dalam kuah yang kental dan kaya rempah.<\/p>\n<h2>Bahan Utama<\/h2>\n<p>Untuk membuat Krengsengan Daging, siapkan bahan-bahan berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Daging sapi<\/strong>: 500 gram daging sapi, idealnya dipotong dadu ukuran sedang.<\/li>\n<li><strong>Minyak<\/strong>: 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis.<\/li>\n<li><strong>bawang merah<\/strong>: 5 butir bawang merah, cincang halus.<\/li>\n<li><strong>Bawang putih<\/strong>: 3 siung bawang putih, cincang.<\/li>\n<li><strong>Jahe<\/strong>: Sepotong jahe berukuran satu inci, parut.<\/li>\n<li><strong>Kemiri<\/strong>: 3 buah kemiri, dicincang halus atau digiling (tambahan opsional tapi asli).<\/li>\n<li><strong>Gula jawa<\/strong>: 2 sendok makan gula palem, parut (atau ganti gula merah bila tidak ada).<\/li>\n<li><strong>Kecap Manis<\/strong>: 3 tablespoons of sweet soy sauce (kecap manis).<\/li>\n<li><strong>Jus Asam Jawa<\/strong>: 2 sendok makan, dibuat dari pasta asam jawa yang dilarutkan dalam air hangat.<\/li>\n<li><strong>bubuk ketumbar<\/strong>: 1 sendok teh.<\/li>\n<li><strong>Bubuk Jintan<\/strong>: 1 sendok teh.<\/li>\n<li><strong>Garam dan merica<\/strong>: Sesuai selera.<\/li>\n<li><strong>Daun salam<\/strong>: 2 lembar daun salam untuk menambah aroma.<\/li>\n<li><strong>Cabai<\/strong>: 1-2 buah cabai merah, iris (sesuaikan dengan selera bumbu).<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Instructions to Prepare Krengsengan Daging<\/h2>\n<p>Sekarang, mari selami proses memasaknya:<\/p>\n<h3>Langkah 1: Mempersiapkan Bahan<\/h3>\n<ol>\n<li>Mulailah dengan merendam potongan daging sapi dengan garam, merica, dan satu sendok makan kecap manis. Diamkan selama 30 menit hingga satu jam agar bumbu meresap ke dalam daging.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 2: Menumis Aromatik<\/h3>\n<ol start=\"2\">\n<li>Panaskan minyak goreng dalam wajan besar dengan api sedang. Tambahkan bawang merah cincang, bawang putih cincang, dan jahe parut, aduk terus hingga bawang merah menjadi bening dan harum.<\/li>\n<li>Tambahkan kemiri bubuk (jika menggunakan) dan aduk sebentar lagi untuk memperkaya dasar rebusan dengan rasa pedas.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 3: Memasak Daging<\/h3>\n<ol start=\"4\">\n<li>Naikkan api menjadi sedang-besar dan tambahkan potongan daging sapi yang sudah direndam ke dalam wajan. Masak sampai daging sapi berwarna kecokelatan di semua sisinya, yang mengunci sari dan rasa gurihnya.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 4: Didihkan dengan Rempah-rempah<\/h3>\n<ol start=\"5\">\n<li>Setelah daging sapi berwarna kecokelatan, kecilkan api menjadi sedang-kecil. Masukkan parutan gula jawa, daun salam, ketumbar bubuk, jinten bubuk, irisan cabai merah, dan sisa kecap manis.<\/li>\n<li>Aduk semuanya hingga merata untuk memastikan daging sapi terlapisi dengan baik oleh campuran bumbu dan cairan yang lezat.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 5: Menambahkan Asam Jawa dan Didihkan<\/h3>\n<ol start=\"7\">\n<li>Tuang air asam jawa ke dalam panci, aduk terakhir. Biarkan daging sapi mendidih dengan api kecil selama sekitar 45 menit hingga satu jam, atau sampai daging empuk dan sausnya kental serta beraroma.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 6: Sesuaikan Bumbu<\/h3>\n<ol start=\"8\">\n<li>Cicipi masakannya, sesuaikan bumbu dengan<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Daging Krengsengan Lezat: Hidangan Daging Sapi Indonesia yang Beraroma Perkenalan Mendambakan hidangan eksotis namun homey yang menggugah selera dengan perpaduan kaya rempah? Tidak terlihat lagi Krengsengan Dagingsajian daging sapi tradisional Indonesia yang menjanjikan pengalaman kuliner yang menggugah selera. Rebusan beraroma ini memadukan daging sapi empuk dengan rangkaian rempah-rempah aromatik, menciptakan simfoni rasa yang menenangkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[264],"class_list":["post-971","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-krengsengan-daging"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simetricoffeeroasters.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simetricoffeeroasters.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simetricoffeeroasters.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simetricoffeeroasters.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simetricoffeeroasters.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=971"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/simetricoffeeroasters.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/971\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":973,"href":"https:\/\/simetricoffeeroasters.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/971\/revisions\/973"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simetricoffeeroasters.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simetricoffeeroasters.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simetricoffeeroasters.id\/journals\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}